Artikel Terpilih

AskSherlock #4 - Joseph Bell

By Roy Andika - 06 April 2013 No Comments
Rubrik #AskSherlock kali ini untuk memenuhi permintaan salah seorang Sherlockian: Toni Chiku yang meminta pembahasan tentang sosok yang menginspirasi lahirnya Sherlock Holmes.
Apakah sosok Sherlock Holmes itu nyata? Tentu tidak! Tapi Dr Joseph Bell, orang yang menginspirasi karakter Sherlock Holmes memiliki banyak kualitas yang mirip dengan detektif terkenal tersebut. Conan Doyle bertemu dengan Dr Bell pada tahun 1877 di University of Edinburgh Medical School. Conan Doyle sedang belajar untuk menjadi seorang dokter dan Bell adalah salah satu profesornya.

Bell berusia tiga puluh sembilan tahun ketika Conan Doyle pertama kali menghadiri salah satu kuliahnya. Dia dikatakan berjalan dengan langkah tersentak yang mengindikasikan dirinya memiliki energi yang besar. Hidung dan dagunya tajam, matanya berbinar dengan kecerdikan. Selain menjadi seorang dokter yang brilian, Bell juga seorang penyair amatir, olahragawan dan pengamat burung.

Pada akhir tahun kedua kuliahnya, Conan Doyle dipilih oleh Bell untuk membantunya sebagai asisten di perkuliahan. Ini memberi Conan Doyle kesempatan untuk melihat kemampuan Dr Bell yang luar biasa cepat dalam menyimpulkan kondisi pasien.

Dr Bell mengamati cara seseorang bergerak. Cara berjalan seorang pelaut berbeda jauh dari cara berjalan seorang prajurit. Jika ia mengidentifikasi seseorang sebagai pelaut ia akan mencari tato yang mungkin membantu dia mengetahui ke mana saja perjalanan yang mereka tempuh. Dia melatih dirinya untuk mendengarkan perbedaan kecil dalam aksen pasiennya untuk membantunya mengidentifikasi dari mana mereka berasal. Bell mempelajari tangan pasien, kapalan atau tanda lain, yang bisa membantunya menentukan pekerjaan mereka.

Jadi, sementara Conan Doyle terus menulis tentang Sherlock Holmes yang brilian, dia benar-benar memainkan peran sebagai Dr Watson kepada sang profesor.

"Dalam mepelajari pengobatan penyakit dan kecelakaan," kata Dr Bell, "semua guru yang cermat pertama kali harus menunjukkan pada siswa bagaimana cara mengenali kasus secara akurat. Mengenali tergantung pada berapa besarnya perhatian pada hal-hal kecil secara akurat dan cepat, dimana penyakit berbeda dengan kondisi sehat. Bahkan, siswa harus diajarkan untuk mengamati. Untuk membuat siswa tertarik hal ini, para pengajar harus menunjukkan pada mereka bagaimana bergunanya pengamatan yang terlatih dapat menemukan hal-hal seperti sejarah masa lalu, asal negara atau pekerjaan seorang pasien."

No Comment to " AskSherlock #4 - Joseph Bell "