Artikel Terpilih

Kasus #8 - Pembunuhan Di Pantai

By Roy Andika - 08 October 2012 3 Comments
Detektif Harlan telah dipanggil ke TKP di sebuah pantai. Dua petugas kepolisian berseragam sudah di sana dan sedang mengumpulkan mata rantai kejadian yang akan menguak tabir kematian korban.

"Nama korban adalah Jean Laura," kata petugas pertama kepada Harlan, "usianya 27 tahun dan bekerja sebagai pelayan di kafe 'Istana Kafe'. Ia melarikan diri dari seseorang, tapi tertangkap. Dipukul keras hingga jatuh, mengalami luka akibat senjata tajam di kepala, dan terdapat bekas lilitan sabuk pinggang di sekitar lehernya. Pelaku berusaha membunuhnya dengan mencekik hinga kehabisan napas, lalu pelaku melepas cekikannya karena berpikir ia sudah tewas. Namun korban ternyata masih hidup dan merangkak hingga 20 kaki namun malah menuju ke air. Ketika menyadari jika ia berada di air, ia mungkin mulai kehilangan kesadarannya dan sedang sekarat. Sepertinya ia menulis kata 'HELP' di pasir dengan jarinya, namun sebagian huruf telah hilang disapu ombak. Lihat disitu? Huruf 'H' sudah tinggal setengah saja, dan huruf 'P' kehilangan bagian tegaknya. Kami juga sudah mengambil fotonya sebagai barang bukti."

Harlan menunduk memandangi korban, ia bergidik membayangkan seperti apa rasanya kehilangan nyawa di tangan orang lain. Apa yang ada di benak korban di saat-saat terakhir? Apa yang ingin diberitahukan oleh korban, yang oleh pelaku ingin dirahasiakan dari orang lain?

Tiba-tiba, beberapa petugas kepolisian lain datang dengan menyeret tiga orang. Yang pertama bernama Jeremy, dengan pakaian yang terlepas dari tubuhnya, celananya melorot ke lututnya. "Aku tidak bersama dia! Aku mentraktirnya minum, tapi ia pergi bahkan tanpa mengucapkan terima kasih!". Yang kedua adalah seorang pria tua, si pemilik kafe. "Nama saya Shelby, detektif. Ia adalah wanita yang baik. Ini benar-benar sebuah tragedi, tapi saya akan melakukan apa saja untuk menolong menangkap pelakunya. Saya melihatnya keluar dari kafe dengan lelaki itu, dan hanya itu yang saya tahu." Ia menunjuk pada pria ketiga.
"Ya, lalu? Ia memang pergi denganku, namun hanya sebentar untuk mengambil rokok di mobilku. Ia langsung kembali, percayalah!" sahut si pria ketiga yang bernama Beny.

Pada saat itu, Harlan memikirkan sebuah petunjuk yang teramat penting, dan tahu siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas kematian Jean. Siapa pembunuhnya?
Jawaban yang tepat:
Ketika Harlan melihat jasad Jean terbaring di pasir, ia tahu jika korban menyadari ia sedang sekarat. Jika ia menginginkan bantuan, kenapa tidak berteriak minta tolong saja? Apa gunanya menulis kata 'HELP' di pasir? Bukankah lebih masuk akal jika ia menuliskan nama pelaku? Harlan akhirnya menyadari jika tulisan di pasir tidak tertulis 'HELP', tapi korban ingin menuliskan 'SHELBY'. Namun karena ia ditemukan agak telat, beberapa huruf telah terhapus ombak. Motif: Shelby membunuhnya karena Jean telah mengetahui jika Shelby telah melakukan kecurangan dengan gaji karyawan.

3 comments to ''Kasus #8 - Pembunuhan Di Pantai"

ADD COMMENT
  1. Pembunuhnya adalah Shelby!
    :D

    Polisi yang menyisir TKP salah mengartikan pesan kematian si korban sebagai tulisan "HELP" yang terhapus air.
    Huruf "H" tinggal setengah, terhapus bersama dengan huruf "S" di depannya. Sedangkan huruf "Y" sedah terhapus air dan huruf "B" yang terhapus sebagian salah diduga polisi sebagai huruf "P" yang bagian tegaknya terhapus air.

    Jadi, si korban pada awalnya menulis "SHELBY" dan bukan "HELP".

    Bener ngga, sih?
    XD

    *cek kunci jawaban*

    ReplyDelete
  2. Jeremy. Celana melorot krn tdk ada ikat pinggang

    ReplyDelete
  3. jika boleh saran, buatlah kasus yg menonjolkan trik pembunuhan,kecurangan,penipuan dsb. saya (mohon maaf) jenuh dengan sebuah tulisan kasus misteri yg intinya cuma motif dan/atau pesan kematian.. kayak fanspage fanspage fb ditektif murahan saja kesanya,, sebelumnya mohon maaf.

    ReplyDelete