Artikel Terpilih

Kasus #5 - Penculikan Putra Miliarder

By Sherlocked Holmes - 16 July 2012 No Comments
“Seharusnya kita melapor ke Kepolisian,” kata Hendra Nasution saat luka bekas pukulan di bagian belakang kepalanya diperban. “Tapi penculiknya mengatakan ia pasti akan membunuh kakakku jika kita melapor ke Polisi. Dan jumlah uang tebusan yang merek a minta juga masih sanggup kita penuhi.”

Johan Nasution, putra sulung Yusuf Nasution, telah menghilang sejak Selasa. Pada Rabu pagi, seorang penculik menelepon rumah besar keluarga Nasution dan meminta uang tebusan. Penculik tersebut mengatur agar putra bungsu Nasution, Hendra, yang membawa uang tebusan dalam sebuah ransel. Ia juga menyebutkan rute spesifik yang harus Hendra tempuh dari rumah, memarkir mobil di sudut kota dan membawa tas ransel tersebut melalui sebuah jalan kecil dan meletakkannya di taman terdekat.

Yusuf Nasution, miliarder yang terkenal kikir ini mengkhawatirkan nasib putra sulungnya, akhrinya setuju dengan semua permintaan penculik. Uangnya akan diserahkan ditengah malam, sebesar 5 Milyar rupiah. Dan tidak boleh melaporkan hal ini pada Polisi.

“Aku baru di pertengahan jalan kecil menuju taman,” kata Hendra, “ketika aku mendengar langkah-langkah kaki. Sebelum aku sempat menoleh untuk melihat sekeliling, tiba-tiba belakang kepalaku dipukul. Aku terjatuh. Namun aku masih siuman dan aku melihat punggung orang yang memukulku dengan bantuan sinar dari lampu jalan. Namun aku tidak punya kesempatan untuk melihat wajahnya. Ia berlari dengan membawa tas ransel berisi uang yang kubawa. Seorang lelaki dengan tubuh tinggi dan sepatu putih. Ia mengenakan jeans biru dan sweater berkancing warna gelap. Maaf, aku tidak bisa memberi keterangan yang lebih jelas.”

Beruntungnya, seorang polisi yang sedang berpatroli di sekitar jalan tersebut segera menghampiri Hendra setelah penyerangan. Polisi tersebut lalu menghubungi petugas lainnya dan sebuah mobil patroli tak lama kemudian mendatangi mereka. Dua orang yang tampak mencurigakan di sekitar lokasi kejadian segera ditangkap, keduanya mirip dengan deskripsi yang diberikan oleh Hendra.

“Aku memang sedang berlari,” kata Anto dengan marah. Ia ditangkap dua blok dari TKP dan segera berlari ketika melihat mobil patroli. Anto memiliki catatan kriminal sebelumnya, dan ia sebelumnya sudah dipenjara. “Aku sedang menjalani pembebasan bersyarat,” ia mengakui. “Dan aku sedang membawa sebuah belati – hanya sebagai perlindungan diri saat malam. Itu saja kesalahanku. Apa Anda tahu kenapa aku melarikan diri?”

Orang kedua yang dicurigai bernama Amran, seorang gelandangan tunawisma. “Baju sweater ini bukan punyaku”, protesnya sambil melepaskan kancing depan sweater-nya yang sudah dimakan ngengat tersebut. “Aku baru saja mengambilnya di tong sampah ketika kalian menangkapku.”

“Kami tidak menemukan uangnya di salah satu dari mereka,” kata kepala Kepolisian yang menangani kasus ini kepada Yusuf Nasution. “Dan kami juga tidak menemukan tas ranselnya. Namun saya punya penjelasan yang baik tentang apa yang sedang terjadi. Jangan khawatir. Kami akan mendapatkan kembali putra Anda.”

Siapa penculiknya?
Jawaban:
Hendra Nasution

Hendra mangatakan jika penculiknya mengenakan sweater berkancing. Jika Hendra hanya melihat bagian belakang penyerangnya, mustahil bagi Hendra untuk mengetahui apakah sweater yang dikenakan oleh penculiknya memiliki kancing atau tidak. Artinya Hendra berbohong.
Hendra akhirnya mengakui kalau ia dan Johan bersekongkol dalam sandiwara penculikan ini untuk memperoleh uang dari ayahnya yang kikir.
Juga diposting di http://fb.me/1ENM31Tk5

No Comment to " Kasus #5 - Penculikan Putra Miliarder "