Artikel Terpilih

Sherlock Holmes dan Reductio ad Absurdum

By Sofia Delaneirre - 01 April 2012 No Comments
Sherlock Holmes dan Reductio ad Absurdum (ilmu deduksi)
Sherlock Holmes, sebagaimana kita ketahui, bukan sekadar detektif. Salah satu hal paling menarik yang membuat Sherlock Holmes begitu ikonik adalah kemampuannya sebagai seorang logician. Analisis yang ia lakukan bukan sekadar main tebak-tebakan atau hasil mengobrak-abrik perpustakaan, tetapi adalah 'rangkaian penalaran'.
Di antara sekian banyak teori logika yang digunakan sehari-hari oleh Sherlock Holmes, ada satu teori yang dominan. Tampaknya, metode ini adalah metode favorit Sherlock Holmes, mengingat ia mengulang pernyataan tersebut berulang kali. (Para Sherlockian yang membaca artikel ini bisa jadi sudah tahu apa itu).
"When you have eliminated the impossible, whatever remains, however improbable, must be the truth."
Reductio ad absurdum adalah suatu metode pembuktian logis dengan cara membuktikan bahwa negasi suatu pernyataan tidak mungkin terjadi, sehingga pernyataan itu pasti benar. Membingungkan? Langsung saja ke contoh yang ada dalam beberapa novel dan film Sherlock Holmes.
Kita mulai dari contoh sederhana yang ada di episode pertama Serial BBC Sherlock. Adegan sewaktu Sherlock menjelaskan penalaran yang ia gunakan untuk mengetahui hubungan Watson dengan saudaranya memuat kalimat berikut:
"If she'd left him, he would've kept it. People do, sentiment. No, he wanted to get rid of it, so he left her."
Bagaimana Sherlock membuktikan bahwa saudara laki-laki Watson-lah yang meninggalkan istrinya? Pertama-tama, ia mengasumsikan sebaliknya. Bagaimana seandainya istrinya-lah yang meninggalkannya? Saudara laki-laki Watson pasti akan menyimpan handphone itu. Karena handphone itu malah diberikan pada Watson, asumsi tadi salah, sehingga Sherlock bisa dengan yakin mengatakan kebalikannya.
Contoh yang lebih kompleks dari reductio ad absurdum adalah proses eliminasi. Proses eliminasi sebenarnya adalah serangkaian pembuktian berdasarkan kontradiksi. Misalnya di novel Sign of Four, Sherlock mengemukakan argumen ini.
"'How then did you deduce the telegram?'
'Why, of course I knew that you had not written a letter, since I sat opposite to you all morning. I see also in your open desk there that you have a sheet of stamps and a thick bundle of postcards. What could you go into the post-office for, then, but to send a wire?'"
Proses yang Sherlock lakukan kali ini mirip dengan apa yang kita lakukan saat ujian pilihan ganda. Eliminasi. Mari kita lakukan dengan cara Sherlock. Anggap ini soal ujian, maka kira-kira soalnya akan jadi seperti ini: Watson pergi ke kantor pos. Apa yang ia lakukan:
  1. Mengirim surat
  2. Membeli perangko
  3. Mengirim telegram
  4. Mengirim kartu pos
Watson tidak menulis surat (pilihan 1 salah), dan tidak membeli perangko atau mengirim kartu pos (2 dan 4 salah). Sisanya, dia mengirim telegram. Bayangkan jika kita harus membuktikan bahwa Watson mengirim telegram tanpa proses eliminasi. Bahkan Sherlock pun akan kesulitan. Dengan latihan yang cukup, logika semacam ini sangat membantu dalam membuat kesimpulan setiap harinya.
Siap mencoba?

No Comment to " Sherlock Holmes dan Reductio ad Absurdum "