Artikel Terpilih

John Watson – Teman yang Sangat Baik (Part 5)

By Sofia Delaneirre - 26 April 2012 4 Comments

Oke, kita sampai di bagian terakhir rangkaian artikel ini. Kita sudah bahas bagaimana Watson adalah teman yang sabar, dapt diandalkan, suka hal-hal misterius dan menegangkan, serta tidak banyak bicara. Kita akan lihat satu kualitas lagi yang sayangnya jarang diperhatikan orang, yaitu:

Cerdas

Kemampuan Watson yang satu ini sebenarnya adalah yang paling kentara. Bagaimana tidak? Ia seorang dokter militer. Gelarnya sebagai dokter saja sudah cukup menjelaskan kualitas otaknya. Sayang sekali, ia berteman dengan Mr. Sherlock Holmes, yang membuat orang dengan kecerdasan di atas rata-rata sekalipun merasa idiot. Berikut pengakuan sang dokter sendiri.
“I trust that I am not more dense than my neighbours, but I was always oppressed with a sense of my own stupidity in my dealings with Sherlock Holmes.” - Red Headed League
Bukan salahmu, Dokter. Namun Conan Doyle memperlihatkan bahwa Sherlock menghargai kemampuan sang dokter. Dalam cerita The Dying Detective, misalnya, Sherlock menyatakan bahwa ia tidak ingin Watson mendekatinya karena ia yakin kemampuan Watson sebagai dokter yang baik.
Di cerita lain lagi Sherlock juga menunjukkan bahwa ia bersyukur Watson adalah teman yang pintar.
“But if I am spared by lesser men, our day will surely come.” - Valley of Fear
'Komentar singkat itu merupakan pujian (mungkin), Seandainya saja aku berteman dengan orang yang lebih bodoh, habislah kita.' Begitulah kira-kira yang ia katakan. Jelas Sherlock sangat menghargai kecerdasan sang dokter militer itu.

Sayangnya, kecerdasan Watson sering kali adalah kualitas yang paling jarang diperhatikan. Mungkin karena alasan di atas – keberadaan Sherlock yang terlalu dominan dalam sebagian besar cerita, yang membuat siapa pun terlihat lebih bodoh daripada sebenarnya.

Demikian, teman-teman, 5 faset kepribadian Watson yang membuatnya menjadi sahabat karib Sherlock Holmes. Bukan sifat-sifat yang buruk untuk diperkembangkan, kok. Mau mulai?

4 comments to ''John Watson – Teman yang Sangat Baik (Part 5)"

ADD COMMENT
  1. sabar=lumayan
    dependable=kurang
    suka hal2 misterius dan menegangkan=sangat
    tidak banyak bicara=sangat
    cerdas=rata2

    ReplyDelete
  2. Ikutan deh, kalo saya pribadi:
    sabar -> kalo buat orang yang (beneran) kaya Sherlock, bisa lah
    dependable -> kurang
    Suka hal2 misteri dan menegangkan -> lumayan
    tidak banyak bicara -> tergantung
    cerdas -> rata-rata

    Tapi pingin punya temen kosan kaya Sherlock. Gagal ya saya?

    ReplyDelete
  3. sulit yah klo mesti beneran mirip sprti dr. watson bru bisa temenan ma mr.holmes.
    hahaha

    ReplyDelete
  4. Di kasus prajurit berwajah pucat, holmes pernah bilang, kalo dia senang sama watson karena watson gak pernah bisa menerka tingkah laku Holmes. Holmes juga bilang, "seseorang yg bisa menerka gerak gerikmu akan sangat berbahaya, bukan?"
    Jadi holmes seneng ditemenin sama watson krn watson selalu terkejut dgn semua hal yg dilakuin sama Holmes. Watson partner yg ideal krn dia gak bisa menebak jalan pikiran Holmes dan pernah bisa menerka hal2 yg bakal Holmes lakuin. What an terrible excuse ya? Hahaha...itulah...detective nyentrik kesayangan kita ^^

    ReplyDelete