Artikel Terpilih

John Watson – Teman yang Sangat Baik (Part 1)

By Sofia Delaneirre - 18 April 2012 1 Comment
Pertama-tama, izinkan saya mohon maaf atas kebiasaan saya. (Karena terbiasa dengan kanon Sherlock Holmes karangan Conan Doyle,) saya memiliki kebiasaan memanggil Sherlock Holmes dengan “Sherlock” dan Mycroft Holmes “Mycroft” agar kedua bersaudara jenius itu tidak tertukar. Tapi, karena dalam novel Sherlock tidak memanggil Watson dengan "John", saya jadi terbiasa menyebutkan keduanya dengan "Sherlock dan Watson". Tidak matching memang, tapi mohon maklum. :p
Oke. Pada posting kali ini saya senang menarik perhatian teman-teman semua pada tokoh Dr. Watson, teman sekamar Sherlock yang luar biasa sabar dan baik. Saya ingin mengajukan beberapa alasan mengapa Watson adalah teman yang ideal buat Sherlock, sang detektif jenius yang nyentrik ini.
Jelas ada puluhan alasan yang bisa dikemukakan mengenai alasan Sherlock Holmes dan John Watson begitu akrab, walaupun berbeda kepribadian. Dalam artikel ini dan 4 artikel yang akan datang, akan dibahas sifat-sifat Watson yang membuatnya begitu akrab dengan Sherlock Holmes, walaupun sang detektif adalah makhluk yang eksentrik. Kita juga akan melihat komentar sang detektif sendiri tentang temannya yang satu ini.
Sabar
Kalau teman-teman merasa bahwa tokoh Sherlock di Sherlock BBC sudah cukup menyebalkan, silakan baca novel karya Conan Doyle dan rasakan sensasi menjadi teman sekamar Sherlock selama bertahun-tahun. Entah bagaimana, Watson berhasil bertahan. Bayangkan tinggal sekamar dengan orang yang luar biasa berantakan, doyan bermalas-malasan, main tembak-tembakan (dengan revolver asli) di dalam kamar, main biola subuh-subuh, merokok dengan asap tebal sampai ruangan seperti kebakaran, sering membuat kamar berbau busuk dengan eksperimen-eksperimen yang aneh.
Dan itu baru sebagian. Hal-hal di atas hanyalah aspek fisik dari elemen-elemen menyebalkan dalam kepribadian Sherlock. Yang paling terlihat jelas, tentu saja, adalah sinisme yang luar biasa kreatif (dalam bahasa Inggris sering disebut sarcasm, tapi dalam Bahasa Indonesia terjemahan yang benar adalah sinisme), serta pernyataan yang terlalu blak-blakan. Salah satu contohnya:
"When I said that you stimulated me I meant, to be frank, that in noting your fallacies I was occasionally guided towards the truth." - Hound of Baskervilles

Hal lain yang pastinya juga menguji kesabaran Watson adalah sifat bossy Sherlock. Telegram yang ia kirimkan dan menjadi salah satu pesan yang paling dikenal dari seluruh kanon Sherlock Holmes sebenarnya menunjukkan betapa pemaksanya dia.
"Come at once if conveniect – if inconvenient come all the same." - Adventure of the Creeping Man
Kesabaran hanyalah salah satu sifat Dr John Watson yang membuatnya mampu bertahan menghadapi keanehan Sherlock Holmes. Mau tahu lebih lanjut hal-hal lain yang membuat John Watson teman yang cocok buat Sherlock Holmes? Ikuti terus blog ini.

1 comment to ''John Watson – Teman yang Sangat Baik (Part 1)"

ADD COMMENT
  1. Hahahaha soalnya watson sendiri juga selalu penasaran sama tingkah laku holmes makanya dia mau2 aja disuruh atau dikata2in sama holmes.

    ReplyDelete